Selasa, 25 November 2008

Bappeda Kota Palu - PMU-PTD Kota Palu - UNDP & Sakaya Organizer present.....


P R E S E N T

Rangkaian Kegiatan

  1. Sayembara menulis opini/esai tingkat pelajar (SMP, SMU, sederajat) dan mahasiswa se Kota Palu bertema ”Perdamaian Menurut Saya”
  2. Audisi band pelajar dan mahasiswa se Kota Palu
  3. Pembuatan film pendek dokumenter berjudul ”damai itu....”
  4. Kampanye perdamaian “DAMAI KAMI SEPANJANG HARI – Remaja Palu Bicara Perdamaian”


Rangkaian kegiatan dimulai sejak tanggal 4 Nopember 2008, dengan melakukan sosialisasi kegiatan, dengan fokus sosialisasi pada kegiatan sayembara menulis opini dan penjaringan band sekolah/kampus melalui audisi yang akan tampil pada acara puncak kampanye perdamaian “DAMAI KAMI SEPANJANG HARI – Remaja Palu Bicara Perdamaian” pada tanggal 22 Nopember 2008 di Mall Tatura Palu.


Metode sosialisasi dilakukan dengan cara pendekatan melalui OSIS dan pengumuman lewat radio (SKIP FM) sebagai mitra penyelenggara.


Batas penerimaan naskah opini/esai ditentukan pada tanggal 17 Nopember 2008, dan berhasil mengumpulkan 42 naskah dari semua tingkatan SMP, SMU, mahasiswa. Penjaringan dan pengiriman naskah oleh peserta dilaksanakan melalui dua cara yakni melalui surat elektronik (email) dengan alamat sakaya.event@yahoo.com dan pemberian langsung naskah ke panitia yang bekerjasama dengan Perpustakaan Mini Nemu Buku, jalan Tanjung Tururuka no. 27, palu. Naskah-naskah yang masuk akan diseleksi dan akan dipilih 3 terbaik dari tiap kategori (SMP, SMU dan sederajat, mahasiswa) oleh tim juri yang terdiri dari Ikhtiar Hatta, S.Sos, M.Hum, Antropolog, staf pengajar di FISIP Untad dan peneliti di lembaga kajian perdamaian dan konflik (P4K Untad), dan M. Isnaeni, SIP, Pustakawan pada Perpustakaan Mini Nemu Buku. Untuk bobot penilaian naskah dititikberatkan pada 3 kategori yaitu ejaan yang disempurnakan (EYD), orisinalitas, dan gagasan.


Untuk audisi band, dilaksanakan pada tanggal 14 Nopember 2008, di Studio Maret, jalan Ketapang No. 1, dan diikuti oleh 12 band sekolah/kampus. Terpilih 6 band (SMPN 1, SMPN 4, SMUN 1, SMU Swadaya, Universitas Alkhairaat, dan band Fak. Ekonomi Universitas Tadulako). Masing-masing dari band itu akan membawakan 2 lagu pada hari-h puncak acara.


Pada sayembara menulis opini terjaring 3 terbaik dari masing-masing kategori yaitu untuk tingkat SMP atas nama Ayu Islimiati Sam, M. Fadly, Nurul Qanitah. Ketiganya berasal dari SMP Al Azhar. Tingkat SMU atas nama Raymond Kwangdinata (SMU Katolik), Dyita Arfiana (MAN Model), Ahmad Junaedy (SMU 4). Tingkat Mahasiswa atas nama M. Fauzan (FKIP Univ. Tadulako), Sarinah (FISIP Univ. Tadulako), Ito Lawputra (Univ. Terbuka). Pemenang lomba menulis opini dilaksanakan pada tanggal 20 Nopember 2008 melalui pesan pendek (SMS) ke seluruh peserta, diikuti oleh penjelasan detil pemenang melalui weblog penyelenggara di alamat http://sakayaorganizer.blogspot.com



Pemenang lomba menulis opini/esai ini berhak mendapatkan piagam penghargaan dan hadiah uang tunai masing-masing untuk tingkat SMP sebesar Rp. 150.000, untuk SMU Rp. 200.000, dan Mahasiswa sebesar Rp 300.000. Direncanakan seluruh naskah yang masuk oleh peserta akan dibuat dalam bentuk buku.


Proses lain dari rangkaian kegiatan adalah pembuatan film pendek dokumenter karya Neni Muhidin yang diberi judul ”damai itu....” film dengan durasi 10 menit itu bercerita tentang penggalan-penggalan pernyataan/pendapat (quote) dari orang-orang yang ditemui dijalan secara spontan tentang perdamaian (peace statement) dan sekilas mengenai program Peace Through Development Kota Palu. Orang-orang yang ditemui sebagai narasumber dalam film itu terdiri dari berbagai latar belakang. Juru parkir, PSK Waria, remaja, dan anak-anak sekolah. Proses pembuatannya dimulai sejak tanggal 10 Nopember 2008 sampai dengan tanggal 16 Nopember 2008 (object hunting). Proses pengeditan dilakukan sejak tanggal 17 Nopember 2008 sampai dengan tanggal 19 Nopember 2008.


Untuk acara puncak tanggal 22 Nopember persiapan dilakukan bersamaan dengan dilakukannya sosialisasi kegiatan sayembara menulis opini esai dan audisi band pelajar dan mahasiswa se Kota Palu. Dalam acara puncak itu kurang lebih 300 orang penampil yang dilibatkan dalam event, termasuk peserta dialog dengan tema ”Remaja dan Perdamaian”.


Adapun materi acara dalam acara puncak tanggal 22 Nopember 2008 yang dilaksanakan di Mall Tatura itu adalah Parade band sekolah dan kampus se Kota Palu yang dijaring melalui audisi, pembukaan oleh Walikota Palu, Rusdy Mastura yang sekaligus memberikan orasi perdamaian, diikuti oleh kegiatan simbolik pelepasan burung Merpati sebagai simbol perdamaian oleh Walikota dan Kepala Bappeda Kota Palu, Ir. Dharma Gunawan Mochtar, Msi., dan penandatanganan dinding perdamaian (Wall of Peace) yang diikuti oleh warga dilokasi event.


Kemudian disusul oleh aksi ikrar menjaga perdamaian dari elemen perwakilan-perwakilan remaja/pemuda se Kota Palu yang diikuti oleh perwakilan remaja/pemuda agama-agama, Nunu, Tawanjuka, Kawatuna, Lasoani, komunitas otomotif, komunitas Perempuan, dan OSIS. Dilanjutkan dengan pemberian hadiah kepada para pemenang lomba esai oleh Project Manager PMU-PTD Kota Palu, Nuti Indrawati, MPd, dan sesi pertama ditutup oleh kegiatan dialog bertema Remaja dan Perdamaian. Dalam dialog itu hadir sebagai Keynote Speaker, Kepala Bappeda Kota Palu, yang memberikan informasi tentang lawatannya mengikuti workshop tentang perdamaian di Yunani. Pembicara lainnya adalah Ir. M. Rizal Abd. Rauf, Msi, selaku Ketua Forum Komunikasi Anak Deker (FKAD), Syamsiar Pusadan, S.Psi, selaku pemimpin redaksi majalah remaja ID Magazine, dan Ikhtiar Hatta, S.Sos, M.Hum, Dosen jurusan Sosiologi FISIP Untad. Dalam dialog itu diikuti oleh peserta undangan dari berbagai sekolah (Guru-guru pembina OSIS sekolah beserta pengurusnya) dan lembaga ekstrakurikuler kampus (Badan Eksekutif Mahasiswa, Lembaga Pers Mahasiswa, dan Lembaga Seni). Sesi awal event ditutup pada jam 17.50 untuk kemudian dibuka lagi pada jam 18.50


Tepat jam 18.50 MC (Arya dan Patty) membuka sesi lanjutan event dan menghadirkan penampilan Cheersleaders pria Bad Boys dari SMAN 1 Palu. Dilanjutkan oleh penampilan D’ Peace, band binaan Dharma Wanita Bappeda Kota Palu yang para personilnya dijaring dari sekolah-sekolah di kota Palu.



Aksi memukau ditampilkan setelah D’ Peace oleh Bengkel Seni Tamalanja, dengan sajian teater anak-anak. Belasan anak-anak memainkan naskah yang bercerita tentang cerita rakyat permainan anak-anak. Dialog-dialog dalam bahasa Kaili membuat kita rindu pada memori kolektif masa kanak-kanak yang nyaris sudah tidak dapat kita temui lagi pada anak-anak sekarang yang semakin individualistik, dan dengan mainan-mainan modern yang kurang imajinatif.


Setelah teater, acara diisi oleh pembacaan puisi oleh Siti Masita, siswi SMP Al Azhar, yang sebelumnya pada bulan Juli 2008 menjuarai lomba baca puisi se Kota Palu. Puisi yang dibacakan adalah puisi karya Penyair WS. Rendra berjudul Sajak Anak Muda, yang ditulis Rendra tahun 1971. Tak kalah memukaunya, Pedati dan Libu Seni Mebere dari Lasoani selanjutnya menyajikan musik tradisi dari hasil eksplorasi mereka merefleksikan kebudayaan.


Acara berlanjut dengan penampilan Palu Jam of Claro (Classic Rock Reunion). Tensi suasana event menjadi semakin meriah. Lagu-lagu rock klasik disuguhkan oleh sebuah komunitas musisi lintas generasi yang punya visi sama tentang nostalgia oldies musik rock. Illush dan Rence (gitar), Fahmi dan Riki (bass), Vera, Edi, dan Yanto (drums), Ecko (keyboard), Rundee, Widya, Epong (vokal) saling bergantian membawakan 7 nomor lawas milik Jimi Hendrix (Little Wing), 4 Non Blondes (Whats Up), Guns n’ Roses (Sweet Child o’ Mine), Spin Doctors (Two Princess), U2 (One), Edane (Ikuti) dan Queen (I Want to Break Free).


Event ditutup oleh penampilan 3 lagu Toengtoeng yang kemudian dilanjutkan oleh 7 lagu dari Pleaseat. Kehadiran Pleseat sebagai bintang tamu malam itu oleh karena jejak rekam karya-karya mereka yang gelisah tentang isu perdamaian. Sebagai band, Pleaseat (Adi Tangkilisan, Rival, Abdi, dan Andri) sudah tak lagi eksis. Salah satu personilnya, Rival, kini adalah bassis band papan atas Indonesia bergenre reggae, Steven n’ Coconut Treez. Namun sebagai komunitas, Pleaseat eksis hingga hari ini.


Tepat pada pukul 23.15 MC menutup acara, dan event seharian itu berjalan dengan lancar dan aman. Beberapa catatan yang dapat disampaikan mengenai event itu adalah batalnya pemutaran film pendek dokumenter karya Neni Muhidin yang berjudul Damai Itu, dikarenakan tepat pada saat akan pemutaran film, rintik hujan sudah mulai turun dan peralatan yang digunakan tidak memadai untuk difungsikan ketika hujan.



Foto-foto kegiatan event "DAMAI KAMI SEPANJANG HARI - Remaja Palu Bicara Perdamaian", Sabtu, 22 Nopember 2008 di lapangan parkir Mall Tatura Palu (13.00 - 23.00) dapat dilihat DISINI!





Kamis, 20 November 2008

Pemenang Sayembara Menulis Opini "Perdamaian Menurut Saya"

1. Tingkat Mahasiswa
- Moh. Fauzan, Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako, Judul Opini: Menghargai Konflik
- Sarinah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako, Judul Opini: Perdamaian Harus Berkeadilan Sosial
- Ito Lawputra, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Terbuka, Judul Opini: Damai, Di mana Engkau Sekarang?

2. Tingkat SMU/Sederajat
- Ahmad Junaedy, Siswa SMU Negeri 4, Judul Opini: Damai Itu Indah....
- Dyita Afriyana, Siswi Madrasah Aliyah Negeri 2 Model, Judul Opini: Jalan Menuju Damai
- Raymond Kwangdinata, Siswa SMU Katolik, Judul Opini: DAMAI: Sebuah Kata atau Keadaan?

3. Tingkat SMP/Sederajat
- Ayu Islamiati Sam, Siswi SMP Al Azhar, Judul Opini: Damai Luar Dalam
- Muhammad Fadli, Siswa SMP Al Azhar, Judul Opini: Perdamaian Butuh Damai
- Nurul Qanitah, Siswi SMP Al Azhar, Judul Opini: Damai Aja Yuuk....

Kriteria penilaian terdiri dari: ejaan yang disempurnakan (EYD), orisinalitas, dan gagasan. Bobot nilai bagi kriteria penilaian itu terdiri dari: tingkat mahasiswa adalah EYD 30, orisinalitas 30, gagasan 40. Untuk tingkat SMP/SMU dan yang sederajat adalah EYD 10, orisinalitas 40, gagasan 50.

Panitia Sayembara Menulis Opini "Perdamaian Menurut Saya" yang diselenggarakan oleh Sakaya Organizer dan didukung oleh PMU-PTD Kota Palu, Bappeda Kota Palu, dan United Nations Development Program

Palu, 20 Nopember 2008

Tim Juri,
1. Ikhtiar Hatta, S.Sos., M.Hum
2. M. Isnaeni, SIP

Senin, 11 Agustus 2008

The S.I.G.I.T, Tampil All-Out


SEBUAH lagu dengan tempo cepat membuka acara malam itu. Satan State. Beberapa orang dibibir panggung melakukan headbanging. Band independen asal Bandung, The S.I.G.I.T (The Super Insurgent Group of Intemperance Talent) yang mengusung genre rock n' roll itu tampil dihadapan sekitar 500an lebih pengunjung Spacebar & Lounge (28/03).


Setelah sukses dengan lawatan internasionalnya dibeberapa kota di Australia pada 2007 dan menyita perhatian kalangan musik ditanah air, The SIGIT menjadi debut awal event konser musik yang dibuat oleh Sakaya Organizer. Sebuah sajian lain ketika publik penikmat musik kota Palu kerap disuguhi oleh pertunjukan musik dari para musisi-musisi "major" yang sering kita konsumsi melalui media massa.


Rekti (vokal), Acil (drum), Adit (bass), dan Farri (gitar) menampilkan 12 hits mereka yang sebagian besar dari album Visible Idea of Perfection dan beberapa single EP. Tak kalah dengan penampilan The SIGIT, Palu Jam of Claro (Classic Rock Reunion) yang menjadi opening act pada event malam itu sedikit mengobati kerinduan pecinta musik rock tanah Kaili. Nama-nama lama yang pernah eksis sebagai musisi lokal macam Illush (Uzi), Rence, Epong (Nabanga), Ermast Cintawan (Madness), Yaya Qzruh (Nocturno), reuni, disatu-panggungkan bersama musisi-musisi generasi baru pasca booming festival rock dekade 90an seperti Rundee dan Ecko (Johny Can't Dance), Mayel (Kabelota), Widya (Hipskater), Embong dan Edi (Maret), dan membawakan nomor-nomor legenda milik The Rolling Stones, The Doors, Jimi Hendrix, The Police, Joan Jett, Deep Purple.


Diluar skenario event, malam itu hadir MC kawakan Buddy ACe yang ikut melakukan "provokasi" massa untuk larut dalam suasana. Benar-benar ajang reunian yang berkesan.




"I really hate the disco, give me some rock n roll....", Rekti cs seperti ingin menegaskan sebuah sikap musik yang mereka pilih. Lagu Save Me yang dipetik reffrainnya itu menutup malam yang larut dalam suasana kental rock n' roll yang membebaskan. NM


Foto-foto: Roni Lapatta

flyer event









Sabtu, 19 Januari 2008

EO: Ide Kreatif Dan Inovasi

"ACARANYA bagus, bintang tamunya oke, panggungnya keren," Pujian seperti itu kerap kali muncul setelah kita menyaksikan sebuah pertunjukan. Banyak yang nggak tahu, suksesnya sebuah pertunjukan atau acara nggak lepas dari kerja keras beberapa orang kreatif yang tergabung pada sebuah tim. Mereka lebih dikenal dengan sebutan EO "Event Organizer".

Gampang-gampang susah, kata yang pantas kalo kita berbicara tentang aktifitas EO. Bisa mengemas acara yang menarik, sehingga semua tamu atau orang yang datang untuk menyaksikan acara tersebut dapat terpuaskan, bukan hal yang gampang. Kita membutuhkan ide-ide kreatif sehingga acara yang dibuat tidak membosankan. Tapi, EO juga tidak bisa dikendalikan satu orang saja, dibutuhkan banyak orang yang satu tujuan dan mau saling bekerjasama. Kalo ketemu sama tim yang solid, semuanya jadi terasa lebih gampang. Dalam satu tim, bukan orang yang otaknya jago saja yang diandalkan, tapi lebih kepada kebersamaannya.

Dalam EO kita butuh sama orang yang mau bekerja keras, tidak kenal waktu, pintar berkomunikasi, cekatan dan peka. Bekerja keras, karena dalam membuat sebuah acara sifatnya hanya sesaat dengan kata lain, untuk membuat sebuah acara satu hari penuh, kita butuh waktu persiapan tiga bulan, sebulan, dua minggu atau seminggu. Dalam waktu itu, kita dituntut untuk bekerja keras melakukan persiapan sehingga ketika hari "H" semua berjalan lancar.

Pintar berkomunikasi, mulai dari persiapan acara hingga saat acara berlangsung orang EO memang paling nggak bisa diam. Melakukan lobby adalah kunci utama, karena dalam membuat acara kita butuh dana, dan untuk mendapatkan dana tersebut, kita mesti cari sponsor. Banyak yang mengakui mereka yang biasa bergerak di bidang EO kendala pertama muncul pada sponsor. Apalagi kalo ini kali pertama kia bikin EO. Kunci utama disini adalah komunikasi yang bagus dan kepercayaan. Kalo kita bisa berkomunikasi maka akan tercipta sebuah kerja sama dan akhirnya tumbuh rasa saling percaya. Bagaimana caranya kita mampu membuat sponsor yakin kalo dia bakal untung banget mau bekerjasama dengan kita.Lewat proposal yang oke kita gaet sponsor dan berusaha untuk dapat memuaskan mereka.

Membuat acara yang bagus, menarik dan berkualitas, dalam waku yang relatif pendek, pasti dong kita nggak bisa main-main dan lambat. Semua harus cekatan ngurusin banyak hal, muali dari pembuatan proposal, mencari sponsor, menghubungi pengisi acara, promosi, membuat rundown (skenario) acara, konsumsi, peralatan dan masih banyak lagi yang lainnya. Sejarah Event Organizer Di Indonesia pola kerja EO sudah lama ada dimulai dari pesta-pesta adat dimana panitia pesta tersebut mulai membagi tugas masing-masing untuk mendukung suksesnya suatu acara. Sedangkan istilah EO di Indonesia mulai populer sekitar tahun 1990an dan semakin populer lagi pada tahun 1998 pacsa era krisis dimana begitu banyak tenaga kerja yang keluar dari perusahaan tempatnya bekerja dengan berbagai alasan dan mulailah mencari alternatif sumber penghasilan yang lain seperti EO.

EO sendiri adalah penyelenggara sebuah acara atau kegiatan yang terdiri dari serangkaian mekanisme yang sistematis dan memerlukan ketekunan, kesungguhan serta kekompakan kerja tim dimana acara tersebut dipadati dengan deadline, target, sceduling, pressure dan teamwork solidity. Sedangkan peran EO adalah melaksanakan penyelenggaraan sebuah event berdasarkan pedoman kerja dan konsep event tersebut dan mengelolanya secara profesional. Yang Mesti Ada Di EO Menurut Director CV Procom, Sofian Kamal Nasution, yang diperlukan untuk mendirikan sebuah EO adalah, motivasi, database, network, permodalan dana segar yang cukup, SDM yang dinamis dan pekerja keras, teamwork spirit, creativity, imagination dan konsep, keahlian individu yang tepat guna, nggak gaptek, personal yang baik, inisaitif yang tinggi, jeli, cermat dan peka terhadap perkembangan.

"Orang-orang di EO mesti menerapkan Do Innovated Or Die, jadi di EO tersebut adalah kumpulan orang-orang kreatif yang penuh inovatif," ujar Bang Sofian. Siapapun bisa membuat EO. Anak-anak sekolah misalnya, kalo berminat juga dapat membuat EO, bisa saja dimulai dari mengemas acara Sweet Seventeen sobat terdekat, Pentas Seni, Acara Perpisahan dan Pelombaan antar kelas atau antar sekolah. Apalagi yang sebentar lagi akan tamat sekolah biasanya menagdakan Prom Nite, dan biasanya yang mengadakan atau yang menjadi panitia pun adalah kita-kita juga. Nggak masalah kalo kita baru pertama kali menangani event, Yang terpenting adalah ide kreatif yang muncul di otak yang kemudian kita kembangkan menjadi sebuah konsep. Setelah konsep ada, baru deh kita memikirkan bagaimana bisa mengumpulkan dana agar acara tersebut dapat dijalankan. Dan kalo kita berbicara mengenai dana, pasti dong nyari sponsor. Di bagian ini yang paling penting adalah kepercayaan. Kalo pihak terkait udah percaya sama kita semuanya akan jauh lebih ringan, misalnya untuk penyewaan sound kita bisa tangguhkan pembayarannya setelah acara berlangsung, atau setelah dananya ada.

Ditambahkan bos Procom salah satu EO terkenal di Medan, nggak perlu banyak orang yang terlibat dalam sebuah EO. "Semua tergantung dari besar kecilnya EO tersebut dan besar kecilnya event yang ditangani," kata Bang Sofian. Sekarang ini, anak-anak muda juga telah banyak menunjukkan kreatifitas mereka dalam membuat sebuah acara. Di Jakarta dan Bandung tampaknya anak-anak sekolahan berlomba-lomba membuat pentas seni, bazar bahkan mereka sanggup menampilkan konser grup band yang tengah digandrungi anak muda. Kalo memang kamu tertarik untuk menampilkan kreativitas, sekarang saatnya kamu belajar untuk memenej diri sendri dan orang lain. Yang berjiwa pemipin mungkin bisa ditunjuk sebagai ketua panitia. Yang jago ngomong dan ngerayu bisa di jadiin humas atau marketing yang fungsinya mencari sponsor dan mempromosikan acara. Yang jago ngedesign bisa dijadiian tim kreatif buat proposal dan media promosi. Terus tinggal cari yang gaul dan lincah buat dikasih tanggung jawab saat acara berlangsung. Terpenting di sini adalah kerjasama yang solid. (waspada online - eli)

http://www.mail-archive.com/jamaah@arroyyan.com/msg03790.html